![]() |
| pembagian makanan ke korban yang terkena banjir di desa Rasabou dan Cempi Jaya Kecamatan Hu'u oleh SPPG Kecamatan Hu'u |
Integrasi MBG dalam Penanganan Banjir Bandang
Oleh: Andi
Gunawan (Mantan Ketua Umum PC IMM Dompu 2023-2024)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sedemikian rupa, bahkan di tengah libur akhir tahun ini. Dilansir dari detik.com pemerintah mengatakan bahwa pemenuhan gizi masyarakat tidak boleh terhenti karena waktu dan situasi tertentu.
Secara
konsep, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga hak dasar
masyarakat. Namun, kebijakan tidak cukup dinilai hanya dari konsistensi
melainkan juga kemampuan dari pemerintah membaca situasi darurat yang sedang
terjadi.
Di tengah MBG yang masih berjalan, beberapa wilayah Indonesia justru sedang menghadapi dampak bencana banjir Bandang, salah satunya yakni Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah setempat, sehingga menyebabkan luapan air sungai disertai lumpur dan material lainnya.
Dikutip dari TBNews Akibat kejadian itu,
sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan terendam air bercampur
lumpur. Bahkan, banjir bandang yang datang secara tiba-tiba tersebut juga
menyeret material hingga ke area pemakaman. Dalam insiden tersebut, dilaporkan
juga bahwa jenazah seorang anak ikut terhanyut saat banjir menyapu kawasan
pemakaman di wilayah Hu’u.
Kondisi demikian diperparah dengan keterbatasan respons awal dan distribusi bantuan yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga terdampak. Situasi ini menegaskan bahwa penanganan bencana di berbagai daerah masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari kesiapsiagaan infrastruktur, koordinasi lintas lembaga, hingga kecepatan intervensi negara di tingkat lokal.
Dalam konteks ini, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab negara untuk memastikan
keselamatan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Konsep awal MBG bukanlah untuk memposisikan kebijakan pemenuhan gizi dan penanganan bencana sebagai dua agenda yang saling menegasikan. Keduanya merupakan mandat konstitusional yang sama-sama berorientasi pada perlindungan hak hidup warga negara.
Ketika bencana terjadi,
fokus negara seharusnya tidak bergeser dengan menghentikan program strategis,
melainkan memperkuat integrasi kebijakan agar MBG juga berfungsi sebagai bagian
dari skema perlindungan sosial dalam situasi darurat.
Dalam hal ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Hu’u tidak berdiam diri melihat realitas yang terjadi. Ada penyaluran berupa makanan bergizi gratis sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi masyarakat korban bencana banjir serta peserta didik di wilayah Kecamatan Hu’u. Untuk korban banjir di Desa Rasabou dan Desa Cempi Jaya, SPPG Dompu Hu’u Rasabou menyalurkan sebanyak 600 porsi MBG yang dibagikan kepada warga terdampak di kedua desa tersebut.
Selain untuk masyarakat korban bencana, SPPG Dompu Hu’u, Rasabou juga melaksanakan penyaluran MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Hu’u. Secara keseluruhan, total penerima manfaat dari kegiatan ini mencapai 3.000 porsi makan bergizi gratis, yang mencakup siswa sekolah dan masyarakat terdampak banjir.
Kegiatan penyaluran MBG ini dilaksanakan secara
bersamaan dengan kunjungan lapangan Pemerintah Kabupaten Dompu dalam rangka
memantau langsung kondisi korban bencana banjir. Hadir dalam kegiatan tersebut
Bupati Dompu bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Se-Kabupaten
Dompu, Kapolsek Hu’u, Danramil Hu’u, serta beberapa anggota DPRD Kabupaten
Dompu yang turut mendampingi Bupati Dompu.
Dengan demikian, keterlibatan
unsur eksekutif daerah, legislatif, serta aparat keamanan dalam kegiatan
tersebut merepresentasikan pendekatan tata kelola kolaboratif dalam penanganan
bencana, di mana pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penyaluran MBG
diposisikan sebagai bagian integral dari respons darurat negara yang
berorientasi pada perlindungan sosial dan pemulihan berkelanjutan.
